Login Form






Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Investasi UJU-PBH



First Time Ever

Image

Forestry Minister of Republic of Indonesia along with the Head District of Magetan held the first harvesting of the 5 years old JUN plant


Exactly at 16th April 2012 in Sumur Songo village, subdistric of Karas, District of Magetan, Province of East Java, for first time in the world were held:

  1. Harvest of 5 years old prime Teak Plant (Tectona grandis or the JUN tree) with ready use and ready market, both domestic and foreign market. Usually, teak trees harvested at 30-40 years of age but this one at 5 with not much different in size, volume, and quality with the 30- 40 years.  The stem diameter measures between 25 to 32 centimeters although a few failed to reach that size.
  2. The great success of the “Social Empowerment” through Teak Income Sharing Scheme Business Farm (Usahatani Jati Unggul Pola Bagi Hasil) involves 5 synergic parties: Land owners, farmers, village officers, investors, and the UBH-KPWN (the running cooperation & management).  This typical model is first ever in Indonesia, or even in the world. The key success to this 5 years efforts lies in 3 factors:

-      Using the prime teak plant (advanced teak plant).

-      Using adequate & fine quality of fertilizers.

-      Simultaneous intensive care.

All these 3 factors can be well achieved because of fairness in income sharing/ dividend and professional in running the business. Also there were stimuli for farmers and professional field guiders during the 5 years teak plant care. Farmers hold 25% shares while village officers hold 10% shares for their efforts in securing, supervising, and people gaining.

 


 

Baca selengkapnya...
 
Pertama Kali Terjadi Di Dunia

Image

Menteri Kehutanan RI Panen Perdanan JUN Umur 5 Tahun dengan Bupati Magetan


Tanggal 16 April 2012, di desa Sumursongo, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, untuk pertama kali terjadi di dunia :

  1. Jati (Tectona grandis) umur 5 tahun dapat dipanen dan dimanfaatkan serta laku dipasar domestic dan internasional. Biasanya, jati dipanen umur 40 tahun. Diameter ada yang mencapai  25 cm s/d 32 cm, walaupun juga ada yang masih kecil.
  2. Keberhasilan “pemberdayaan masyarakat “ melalui Usahatani Jati Unggul Pola Bagi Hasil, dengan melibatkan 5 pihak, yaitu : Pemilik Lahan, Petani Penggarap, Pamong Desa, Investor dan Pengelola/Koperasi UBH-KPWN. Model ini baru pertama kali ada di Indonesia bahkan mungkin di dunia. Kunci keberhasilan jati umur 5 tahun dapat dipanen dengan kwalitas kayu setara umur 30 tahun s/d 40 tahun, ada 3 faktor :

-          Ditanam bibit Jati Unggul

-          Dipupuk dengan cukup dan berkwalitas

-          Dirawat secara intensif.

Pemupukan dan perawatan intensif bisa dilakukan, karena dipraktekkan  pola bagi hasil secara  adil dan professional, ditempatkan tenaga professional di lapangan untuk mendampingi petani penggarap, diberikan upah kerja dan bagian hasil panen yang memadai kepada petani penggarap (25 % x jumlah pohon ditanam), diberikan upah dan bagian hasil panen memadai (10 % x jumlah pohon ditanam) kepada Kas Desa atas peranannya Pamong Desa membantu pengamanan, Pengawasan dan penggalangan masyarakat petani Jati Pola Bagi Hasil.

 


 

Baca selengkapnya...
 
Lowongan Kerja Unit UBH-KPWN
 

KOPERASI PERUMAHAN WANABAKTI NUSANTARA

UNIT USAHA BAGIHASIL

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok IV Lantai 5 Wing 501A, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan - Jakarta Pusat, Telp. (021) 57902955 Fax. (021) 57902755

Jakarta 10270

www. jati-ubh.com, e-mail: Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya

Baca selengkapnya...
 
Pengumuman

PENGUMUMAN

No : 87/UBH-KPWN/05/ IV /2010

TENTANG

NILAI INVESTASI

USAHATANI  JATI  UNGGUL  POLA  BAGI  HASIL

(UJU-PBH)

Tahun 2011

Baca selengkapnya...
 
Lebih lengkap lagi...
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 6 dari 16